Makalah Peran Pemerintah Menghadapi ASEAN Economic Community (MEA)
Ini tugas semester lalu, jadi di post aja. Semoga bermanfaat.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
ASEAN
Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah hasil kesepakatan
antara kepala negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu pasar tunggal di
kawasan ekonomi ASEAN agar negara-negara ASEAN mampu bersaing menghadapi
negara-negara lain seperti Cina atau negara lainnya dalam hal perdagangan.
Namun
dengan adanya ASEAN Economic Community tersebut menimbulkan berbagai dampak
bagi negara, pemerintah, masyarakat, pemuda, bahkan para akademisi. Di
Indonesia sendiri kesiapan pemerintah dan masyarakat masih sering dipertanyakan
mengingat Indonesia masih dalam tahap negara berkembang.
Tujuan
dibentuknya ASEAN Economic Community sendiri adalah untuk mempermudah
memperjualbelikan barang atau jasa di seluruh Asia Tenggara sehingga
menimbulkan persaingan yang ketat antar negara.
Untuk
itu menyelidiki dan mengetahui factor yang terpengaruh oleh adanya ASEAN
Economic Community oleh pemerintah sangat penting guna mempersiapkan masyarakat
menghadapi kebijakan ekonomi dengan adanya pasar tunggal Asean tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
2.
1 Pengertian ASEAN Economic Community
ASEAN
Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean adalah hasil kerja sama
negara-negara ASEAN (Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam,
Filipina, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar dan Kamboja) untuk mempermudah
memperjualbelikan barang atau jasa lintas negara dengan membentu pasar tunggal
yang mengintegrasikan ekonomi regional Asia Tenggara.
Karakteristik utama dalam pasar
tunggal ASEAN Economic Community berbasis produksi, kawasan ekonomi yang sangat
kompetitif, kawasan pengembangan ekonomi yang merata atau seimbang, dan kawasan
yang terintegrasi sepenuhnya menjadi ekonomi global. Sebagai pasar tunggal
kawasan terpadu Asean dengan luas sekitar 4,47 juta km persegi yang didiami
oleh lebih dari 600 juta jiwa dari 10 negara anggota ini diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dan memacu daya saing ekonomi kawasan ASEAN yang
diindikasikan melalui terjadinya arus bebas.
Pada
KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997 para pemimpin ASEAN memutuskan untuk
mengubah ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif
dengan perkembangan ekonomi yang adil, dan mengurangi kemiskinan dan
kesenjangan sosial-ekonomi.
2. 2 Peran Pemerintah Indonesia Dalam Mempersiapkan ASEAN
Economic Community
2.2.1 Sektor Tenaga Kerja
Sejumlah
pimpinan asosiasi profesi mengaku cukup optimistis bahwa tenaga kerja ahli di
Indonesia cukup mampu bersaing. Ketua Persatuan Advokat Indonesia, Otto
Hasibuan, misalnya mengatakan bahwa tren penggunaan pengacara asing di
Indonesia malah semakin menurun. Oke jabatan dibuka, sektor diperluas, tetapi
syarat diperketat. Jadi buka tidak asal buka, bebas tidak asal bebas.Dita Indah
Sari
"Pengacara-pengacara
kita, apalagi yang muda-muda, sudah cukup unggul. Selama ini kendala kita kan
cuma bahasa. Tetapi sekarang banyak anggota-anggota kita yang sekolah di luar
negeri," katanya.
Di
sektor akuntansi, Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo,
mengakui ada kekhawatiran karena banyak pekerja muda yang belum menyadari
adanya kompetisi yang semakin ketat.
"Selain
kemampuan Bahasa Inggris yang kurang, kesiapan mereka juga sangat tergantung
pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar
negeri."
Indonesia mengantisipasi arus
tenaga kerja asing?
Staf
Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menyatakan tidak
ingin "kecolongan" dan mengaku telah menyiapkan strategi dalam
menghadapi pasar bebas tenaga kerja. "Oke jabatan dibuka, sektor
diperluas, tetapi syarat diperketat. Jadi buka tidak asal buka, bebas tidak
asal bebas," katanya.
"Kita
tidak mau tenaga kerja lokal yang sebetulnya berkualitas dan mampu, tetapi
karena ada tenaga kerja asing jadi tergeser. Sejumlah syarat yang ditentukan
antara lain kewajiban berbahasa Indonesia dan sertifikasi lembaga profesi
terkait di dalam negeri. Permintaan tenaga kerja jelang MEA akan semakin
tinggi, kata ILO.
2.2.2 Sektor Pertanian
Hadapi MEA, Petani Minta Subsidi
Langsung
Berlakunya era pasar bebas asean (MEA)
membuat para petani di Indonesia ketar-ketir. Mereka merasa belum siap bersaing
untuk mengahadapi era pasar bebas yang rencananya akan mulai diterapkan pada
akhir tahun 2015 mendatang.
Salah satunya menghadapi persaingan
produk pertanian dari petani asal Thailand dan Vietnam. WinarnoTohir, Ketua
Umum Kelompok Kontan Tani Nelayan Andalan ( KTNA) Nasional mengatakan bahwa
sampai saat ini dari sisi harga, produk pertanian Indonesia, khususnya beras
kalah saing dengan Thailand dan Vietnam.
“Beras Thailand saja misalnya, mereka
keluar bias Rp 5.500 per kilogram atau liter, kita di dalam negeri masih Rp
6.600, beda jauh,” kata Winarno Tohir kepada KONTAN Kamis (11/12).
Winarno mengatakan, perbedaan arga yang
jauh antara beras Thailand dan Indonesia tersebut dipicu oleh perbedaan
perlakuan pemerintah antara Indonesia da Thailand. Di Thailand, pemerintah
cukup memberikan perhatian ke petanimereka dengan memberikan sbsidi langsung ke
petani yang per hektarnya mencapai Rp 2,6 juta.
Winarno mengatakan, perlakuan terebut
beda dengan yang diberikan oleh pemerintah terhadap petani di Indonesia.
“Makanya supaya bias mengejar, kami ingin pemerintah bias kumpulkan subsidi di
pupuk, bunga bank, benih menjadi satu dan kemudian memberikan subsidi langsung
ke petani,” kata Winarno
Winarno mengatakan, menurut perhitungannya,
untuk bias memberikan subsidi langsng ke petani memang memerlukan anggara cukup
besar. Untuk menyamai subsidi Thailand saja, diperlukan anggaran lebih dari Rp
200 Triliunan.
Besar anggaran tersebut dihitung berdasakan besaran subsidi per hektar lahan di Thailand yang mencapai Rp 2,6 juta dikalikan luasan lahan pertanian Indnesia yang saat inimencapai 13,6 juta hektar. Meskipun besar, agar petani Indonesia bisa bersaing dengan Thailand, subsidi tersebut harus dikalikan.
2.2.3 Sektor Bisnis atau Pengusaha
Saat
MEA, pengusaha RI punya pasar 625 juta orang
Pembentukan Masyarakat ASEAN sudah semakin dekat.
Indonesia harus mampu memanfaatkan integrasi negara-negara anggota ASEAN yang
akan dimulai pada 31 Desember 2015. Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
misalnya, yang merupakan salah satu pilar Masyarakat ASEAN, bukanlah hal yang
perlu dikhawatirkan.
Hal itu dinyatakan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, I Gusti Agung Wesaka Puja, dalam acara Media Briefing, bertema membahas Kesiapan Indonesia Menghadapi Masyarakat ASEAN 2015, yang dielar di Gedung Nusantara, Kementrian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa(16/14).
Menurut Dirjen Kerja Sama ASEAN, MEA dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar Indonesia di kawasan Asia Tenggara. “Pasar Indonesia mencapai 250 juta orang, tetapi pasar ASEAN itu mencapai 625 juta orang. Jadi, kita punya kesempatan untuk memasuki pasar lain yang lebih luas, sebesar 275 juta,” ujar I Gusti.
Hal itu dinyatakan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, I Gusti Agung Wesaka Puja, dalam acara Media Briefing, bertema membahas Kesiapan Indonesia Menghadapi Masyarakat ASEAN 2015, yang dielar di Gedung Nusantara, Kementrian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa(16/14).
Menurut Dirjen Kerja Sama ASEAN, MEA dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar Indonesia di kawasan Asia Tenggara. “Pasar Indonesia mencapai 250 juta orang, tetapi pasar ASEAN itu mencapai 625 juta orang. Jadi, kita punya kesempatan untuk memasuki pasar lain yang lebih luas, sebesar 275 juta,” ujar I Gusti.
Pada kesempatan itu, I Gusti menggarisbawahi harapan
Presiden Joko Widodo dalam menyambut pembentukan Masyarakat ASEAN, terutama
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia diharapkan dapat terlebih dulu
‘menyerbu’ pasar-pasar di negara-negara ASEAN lain. Dengan begitu, kestabilan
ekonomi dalam negeri bias tetap terjaga. Selain itu, Indonesia juga perlu
menjadi bagian penting dari rantai produksi regional maupun global.
Dirjen Kerja Sama ASEAN juga menyampaikan pandangan
Presiden Joko Widodo saat menghadiri KTT ke-24 ASEAN di Myanmar bulan November
lalu mengenai tiga hal utama agar dapat mewujudkan MEA. Pertama, mempercepat pembangunan
infrastruktur dan konektivitas di negara ASEAN, antar negara ASEAN, dan dengan
negara mitra. Percepatan pembangunan infrastruktur ini dilakukan sesuai koridor
Masterplan on ASEAN Connectivity (MPAC).
Langkah kedua, adalah melakukan kerjasama investasi,
industry, dan manufaktur, yang lebih erat di antara negara-negara anggota
ASEAN. Lalu yang ketiga, adalah meningkatkan perdagangan intra negara ASEAN
yang saat ini masih rendah, baru mencapai 24,2 persen. “Indonesia berharap
dalam lima tahun ke depan nilai perdagangan
intra ASEAN setidaknya bias mencapai 35 sampai 40 persen.
“Untuk memastikan keberlanjutan pembangunan Masyarakat
ASEAN, ASEAN sedang menyusun Visi Masyarakat ASEAN Pasca 2015. Dalam hal ini,
Presiden RI juga menyampaikan dua aspirational goals sebagai elemen dari visi
dimaksud, yaitu menggandakan PDB ASEAN dari USD 2,2 triliun menjadi USD 4,4
triliun dan memangkas separuh persentase kemiskinan di kawasan ASEAN dari 18,6%
menjadi 9,3% pada tahun 2030,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Asisten Deputi Regional
dan Sub Regional, Kementrian Koordinator Perekonomian, Rizal Edwin menjelaskan,
hingga saat ini Indonesia sudah melakukan berbagai hal penting dalam rangka
mempersiapkan dirimenyambut pembentukan MEA.
Terbukti, hingga Agustus 2014, capaian cetak biru MEA
Indonesia di tingkat nasional telah mencapai 85,5 persen. Sementara scorecard
rata-rata ASEAN dalam pencapaian MEA adalah 82,1%.
Menurut Rizal, Indonesia sudah meratifikasi 115
perjanjian, dari 138 perjanjian ekonomi ASEAN yang meliputi bidang perdagangan
barang dan jasa serta investasi. Kini, Indonesia dalam proses meratifikasi 23
perjanjian terkait perdagangan jasa. Tak hanya itu, Indonesia juga sudah
menggalakkan 43 proyek infrastruktur dan logistic melalui program MP3EI, serta
system logistic nasional. Ini termasuk pembangunan rel kereta api di 5 pulau
besar, serta system transportasi massal di 6 kota terbesar di Indonesia.
“Pemerintah juga mendorong Maritime Connectivity melalui pembangunan tol laut
dari kawasan barat hingga timur, dan meningkatkan kapasitas pelabuhan di
seluruh pulau,” kata Rizal.
Upaya kordinasi di seluruh lini pun telah dilakukan
sebagai persiapan Indonesia menangkap peluang MEA. Simak saja, Presiden RI dan
Menko Perekonomian telah secara rutin melakukan pertemuan koordinasi dengan
para gubernur seluruh Indonesia untuk memantapkan kesiapan Indonesia menghadapi
MEA. Lalu, kantor Menko Perekonomian sudah menyusun Road Map Daya Saing
Nasional. Bank Indonesia sudah meluncrkan program keuangan inklusif untuk
meningkatkan akses UKM terhadap permodalan perbankan.
2.2.4 Standardisasi Profesi Tenaga Kerja
Standar Profesi Tenaga Kesehatan
Era globalisasi mengharuskan tenaga kesehatan berbenah diri.
Peluang dan tantangan yang menghadang harus diterobos (breakthrough) dengan
peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga kesehatan Indonesia yang hanya
dapat dicapai bila tenaga kesehatan Indonesia dalam melakukan pelayanannya
sesuai dengan Standar Profesinya.
Standar Profesi sebagai acuan oleh tenaga kesehatan
merupakan persyaratan yang mutlak harus dimiliki. Mengukur kemampuan tenaga
kesehatan dapat diketahui dari standar profesi yang harus dipatuhi terlebih
lagi apabila dalam penyusunan standar profesi tersebut disusun setelah
mengadakan bedah buku dengan profesi yang sama dari negara lain yang berstandar
internasional.
Profesi Kesehatan di Indonesia diharuskan memiliki standar profesi
sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1996 pasal21
dan 22 menyatakan bahwa setiap tenaga kesehatan dalam melaksanakan profesinya
berkewajiban untuk mematuhi standar profesi ditetapkan oleh Menteri.
Puspronakes LN (Pusat
Pemberdayaan Profesi dan Tenaka Keshatan Luar Negeri) sesuai dengan
salah satu dari Tupoksinya yaitu Pemberdayaan Profesi telah memfasilitasi 10
Organisasi Profesi untuk menyusun standar profesi mulai dari 2002 - 2006 dan
telah ditetapkan oleh menteri Kesehatan.
Ke
10 standar Profesi tersebut adalah:
- Profesi Bidan
- Sanitarian
- Ahli Laboratorium Kesehatan
- Rekam Medis
- Keperawatan
- Tekniker Gigi
- Gizi
- Radiologi
- Elektro medik
- Fisioteraspis
Pada tahun 2007 proses penyusunan standar profesi untuk
Profesi Tenaga kesehatan Teknik Wicara , Ahli Madya Farmasi, Okupasi Terapi dan
Refraksionist Optisien, Perawat dan Perawat Anaesthesi.
Pada tahun 2008 penyusunan standar Profesi akan difasilitasi
oleh Puspropnakes untuk profesi kesehatan Teknik Tranfusi, Teknik Instalasi
Medik, Ahli Kesehatan Masyarakat dan Kimia Klinik Indonesia.
Dengan ditetapkannya standar profesi oleh Menteri Kesehatan,
maka uji kompetensi untuk setiap jenis tenaga kesehatan dapat dilaksanakan
sehingga kualitas tenaga kesehatan sama baik di seluruh Indonesia.
2.2.5 Mata Uang
Mata uang bersama ASEAN belum akan
terwujud
Penetapan Mata
Uang bersama (single common currency) belum akan terwujud dalam waktu dekat.
Padahal, dalam rumusan awal cetak biru pengembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA) 2015, penyatuan mata uang negara-negara ASEAN menjadi mata uang tunggal
sebenarnya jadi salah satu tujuan.
ASEAN percaya,
penerapan mata uang tunggal bakal meningkatkan efisiensi perdagangan dengan
berkurangnya biaya transaksi. Mata uang tunggal juga dapat mendongkrak
transparansi harga sehingga ada peningkatan aktivitas perekonomian di
negara-negara ASEAN.
Makanya,
rumusan awal proyek MEA sebetulnya bernama ASEAN Economic and Currency
Community (AECC) atau Masyarakat Ekonomi dan Mata Uang ASEAN. Tetapi, dalam
perkembangannya ASEAN menyadari penyatuan mata uang tunggal jadi program butuh
waktu lebih lama. Alhasil, rencana penyatuan mata uang tunggal jadi program
jangka panjang dan dipisahkan dari rencana MEA.
Apalagi,
setelah melihat krisis ekonomi yang terjadi di negara Zona Euro, ASEAN makin
tak yakin dengan rencana pembentukan mata uang bersama. Le Luong Minh,
Sekretaris Jenderal ASEAN menyatakan, setelah melihat pengalaman Eoro, tak
layak rasanya meneruskan scenario mata uang tunggal ASEAN. Meski Common
Currency mendorong penyatuan ekonomi dan juga sebaliknya, ASEAN menilai MEA
tidak harus berujung pada penyatuan mata uang
Menurut A. Tony
Prasetiantono, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas
Gajah Mada (UGM), penyatuan mata uang memang memiliki manfaat berupa peningkatan
efisiensi perekonomian negara anggotanya. Efisiensi muncul dari berkurangnya
biaya transaksi perdagangan antar negara anggota, melalui hilangnya ongkos
transaksi mata uang sekaligus resiko nilai tukar mata uang yang biasanya
mengikuti transaksi perdagangan.
2.2.6 Peran Pemerintah Daerah
Tantangan dan
hambatan bangsa Indonesia ke depan semakin kompleks dan multidimensional. Tahun
2015, bangsa Indonesia akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan
berlakunya MEA, masyarakat di lingkungan ASEAN bisa melakukan transaksi
perdagangan baik barang dan jasa secara bebas. Situasi ini akan menuntut bangsa
Indonesia untuk memiliki daya saing yang kuat. Demikian disampaikan Bupati
Madiun MUHTAROM pada Workshop “Peran Standardisasi dan Pelayanan Publik
Memasuki ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN)” di kantor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, (20/10/2014). Workshop diselenggarakan
oleh Pemkab Madiun bekerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Oleh sebab itu,
lanjut Muhtarom, bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur dan lebih
khusus lagi masyarakat kabupaten Madiun, perlu melakukan langkah-langkah
persiapan mengantisipasi kondisi yang akan dihadapi tersebut. Kabupaten Madiun
diharapkan dapat memanfaatkan momentum itu dengan positif, serta jangan sampai
menjadi sasaran pasar produk dan jasa dari negara anggota ASEAN, mengingat
potensi Madiun cukup besar dan mampu bersaing dengan negara-negara anggota
ASEAN.
Luas wilayah kabupaten Madiun 1.010,86 KM persegi, dengan
dominasi wilayah hutan seluas lebih kurang 40.511 Ha. Kabupaten Madiun sendiri
terbagi menjadi 15 kecamatan, 198 desa dan 8 kelurahan. Dengan jumlah penduduk
797.942 jiwa pada tahun 2013, visi Kabupaten Madiun “Kabupaten Madiun Lebih
Sejahtera Tahun 2018”.
Menurut Muhtarom, kabupaten ini adalah daerah lumbung padi
Jawa Timur bagian barat. Hal ini ditunjukkan dengan potensi terbesar pada
sektor pertanian khususnya tanaman padi dengan luas areal panen 76.180 ha dan
produksi padi tahun 2013 sebesar 526.820 ton/per tahun surplus produksi padi
sebesar 228.420 ton/tahun setara beras.
Potensi lain, seperti: porang, kedelai, palawija, kopi,
cengkih, kakao, durian, rambutan dan produk olahan hasil hutan seperti kerajinan
kayu jati dan sebagainya. Makanan khas dan merupakan salah satu produk UMKM
adalah Brem dan Sambel Pecel. Masih ada lagi, kabupaten ini memiliki potensi
produk batik yang berciri khas Madiun, industri keramik yang berorientasi
ekspor, industri tepung tapioka, geothermal (panas bumi), pabrik sepatu
(orientasi ekspor) serta industri sigaret dari Sampoerna.
Kepala BSN Bambang
Prasetya yang menjadi pembicara kunci dalam workshop tersebut mengatakan, dalam
konteks peningkatan daya saing produk seperti untuk produk unggulan daerah
kabupaten Madiun, maka standar memainkan peranan penting. Standar, diketahui,
telah dipergunakan secara luas oleh seluruh negara dalam upaya meningkatkan
daya saing produk dalam negeri, meningkatkan kualitas pelayanan jasa, dan memiliki
value bila diterapkan oleh seluruh stakeholder terkait.
Adapun bagi pemerintah, standardisasi berperan dalam
meningkatkan mutu, efisiensi produksi, memperlancar transaksi perdagangan,
serta mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan transparan. Indonesia, kata
Bambang, telah memiliki 9.817 SNI (Standar Nasional Indonesia) yang dapat diacu
untuk mendukung pengembangan proses, sistem, produk atau jasa guna memenuhi
persyaratan pasar atau masyarakat.
Saat ini, BSN terus merintis kerjasama dengan berbagai
pihak termasuk Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk menjalin kerjasama dalam
pembinaan dan penerapan SNI guna peningkatan daya saing produk nasional dan
perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. Bambang mengatakan, Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian yang baru
saja disahkan beberapa waktu lalu mengamanatkan pentingnya sinergi antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pembinaan terhadap pelaku usaha
dan masyarakat dalam penerapan SNI.
Wujud nyata
dalam perjanjian kerjasama tersebut salah satunya adalah dilaksanakannya
insentif berupa bimbingan penerapan standar sistem manajemen mutu berbasis SNI
ISO 9001:2008 di organisasi pelayanan publik yang berada di bawah naungan
pemerintah daerah seperti Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu serta Rumah
Sakit Umum Daerah. Selain itu, bimbingan ini juga diberikan kepada UKM untuk
penerapan standar sistem manajemen mutu, keamanan pangan maupun penerapan SNI
untuk produk unggulan daerah.
Muhtarom dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi
bantuan dan dukungan BSN kepada Pemkab Madiun sehingga terselenggara workshop
dan bimbingan teknis SNI ISO 9001:2008 bagi aparatur Pemkab dan UKM. Harapan ke
depan adalah, akan terpelihara kerjasama BSN dan Pemkab Madiun di dalam
melakukan pembinaan terhadap satker dan UKM di Madiun sehingga tercipta mutu
pelayanan sehingga mampu bersaing di pasar global.
2.2.7 Peran Pemerintah
Daerah Dalam Undang-Undang SPK
Workshop “Peran
Standardisasi dan Pelayanan Publik Memasuki ASEAN Economic Community
(Masyarakat Ekonomi ASEAN), menghadirkan pembicara Deputi Bidang Penerapan
Standar dan Akreditasi – BSN SUPRAPTO. Suprapto menyajikan presentasi berjudul
“Peran Pemerintah Daerah Dalam Undang-Undang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
(UU SPK)”.
Suprapto mengatakan, bangsa Indonesia harus memiliki daya
saing untuk mengambil manfaat dari perkembangan globalisasi. Oleh karenanya,
standardisasi dan penilaian kesesuaian menjadi alat untuk meningkatkan mutu,
efisiensi produksi, memperlancar transaksi perdagangan, mewujudkan persaingan
usaha yang sehat dan transparan. Standardisasi dan penilaian kesesuaian juga
diperlukan dalam berbagai sektor kehidupan, perdagangan, industri,
pertanian, IPTEK, serta lingkungan hidup.
Oleh sebab itu, keterlibatan semua pihak termasuk
Pemerintah Daerah diperlukan untuk mendorong pengembangan dan penerapan
standar. Berikut ini pasal-pasal dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2014
yang terkait peran Pemerintah Daerah dalam Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.
Dalam rangka
meningkatkan mutu Barang dan/atau Jasa unggulan daerah, Pemerintah Daerah dapat
mengajukan rencana perumusan SNI kepada BSN (Pasal 10, ayat 5).
SNI dapat
diterapkan secara sukarela oleh Pelaku Usaha, kementerian dan/atau lembaga
pemerintah nonkementerian, dan/atau Pemerintah Daerah (Pasal 21).
Pemerintah
Daerah wajib melaksanakan Peraturan Menteri atau Peraturan Kepala Lembaga
Pemerintah Non kementerian tentang pemberlakuan SNI secara wajib (Pasal 24).
Pemerintah
Daerah wajib memiliki sertifikat SNI yang diberlakukan secara wajib (Pasal 25).
Pemerintah Daerah dapat melakukan
pembinaan dan pengembangan LPK dengan memperhatikan kebutuhan pasar dan
masyarakat (Pasal 54).
Pemerintah
Daerah dapat menyelenggarakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di
bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (Pasal 56).
Pemerintah
Daerah berkoordinasi untuk melakukan pengawasan terhadap Barang, Jasa, Sistem,
Proses, atau Personal yang memiliki sertifikat dan/atau menggunakan Tanda SNI
dan/atau Tanda Kesesuaian (Pasal 58).
Sistem
informasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) terintegrasi dengan sistem informasi kementerian, lembaga pemerintah
nonkementerian, dan Pemerintah Daerah (Pasal 59).
2.3 Peran Kemitraan Triple Helix dalam Mempersiapkan Pasar ASEAN
Triple
Helix adalah sinergi dan penyatuan tiga kalangan yang terdiri dari kalangan
akademik, bisnis atau pengusaha dan pemerintah. Triple Helix memiliki tiga
konsep dasar yaitu :
1. Perguruan
tinggi /lemba ga litbang memiliki peran untuk menghasilkan inovasi-inovasi
teknologi. Pada suatu masyarakat berbasis pengetahuan di negara-negara
berkembang, posisi kalangan akademik ini adalah sederajat dengan entitas
industri dan pemerintah;
2. Ketiga kalangan tersebut -- akademik, bisnis, pemerintah -- memiliki motivasi untuk meningkatkan dinamika dan daya kesinambungan ekonomi. Hal ini memperkuat munculnya suatu kondisi di mana berbagai proses kemunculan kebijakan inovasi semakin sering merupakan hasil interaksi antar elemen masyarakat dan bukan lahir sebagai sekedar usulan pemerintah saja;
3. Negara-negara berkembang saat ini tengah mengalami kendala dalam mendorong agar masing-masing kelompok akademik, bisnis, dan pemerintah untuk mengambil peran secara lebih aktif, sedemikian rupa hingga ketiganya mampu memperluas potensi daya inovasi diri sendiri.
2. Ketiga kalangan tersebut -- akademik, bisnis, pemerintah -- memiliki motivasi untuk meningkatkan dinamika dan daya kesinambungan ekonomi. Hal ini memperkuat munculnya suatu kondisi di mana berbagai proses kemunculan kebijakan inovasi semakin sering merupakan hasil interaksi antar elemen masyarakat dan bukan lahir sebagai sekedar usulan pemerintah saja;
3. Negara-negara berkembang saat ini tengah mengalami kendala dalam mendorong agar masing-masing kelompok akademik, bisnis, dan pemerintah untuk mengambil peran secara lebih aktif, sedemikian rupa hingga ketiganya mampu memperluas potensi daya inovasi diri sendiri.
Dengan
demikian, kita dapat memandang bahwa konsep "Triple Helix" adalah
formulasi fungsional yang dapat dipergunakan oleh negara-negara berkembang
berhaluan demokratik, dalam menciptakan akses kepartisipasian lebih luas bagi
masyarakat luas agar bisa menciptakan pelbagai transformasi yang mereka bersama
inginkan. Meningkatkan fungsi demokrasi bagi dinamika ekonomi ini, segala
sesuatunya bermula dari penguatan relasi akademik atau lembaga riset, bisnis, dan
pemerintah.
2.4 Pengaruh adanya ASEAN Economic
Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN) terhadap Hubungan Perekonomian Indonesia
terhadap Negara Tetangga
Hubungan Perekonomian Indonesia dengan Singapura
Indonesia
berbatasan dengan wilayah negara lain di ASEAN yaitu Malaysia dan Singapura.
Dengan adanya ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN) diyakinkan
akan menguntungkan bagi Indonesia, juga bagi Malaysia dan Singapura. Singapura
adalah pusat keuangan terdepan keempat di dunia dan sebuah kota dunia
cosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan
Internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk
duna.
Singapura
memiliki sejarah Imigrasi yang panjang. Penduduknya yang beragam memiliki
jumlah lima juta jiwa terdiri dari Cina, Melayu, India, berbagai keturunan
Asia, dan Kaukasoid. 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan
menuntut ilmu di sana. Pekerja asing membentuk 50% dari sector jasa. Negara ini
adalah yang terpadat kedua setelah Monako. A.T Kearney menyebut Singapura
sebagai negara terglobalisasi di dunia dalam indeks Globalisasi tahun 2006.
Economist
Inteligence Unit dalam Indeks Kualitas Hidup menempatkan Singapura di peringkat
teratas kualitas hidup terbaik di Asia dan ke sebelas di dunia. Singapura
memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.
Dengan demikian akan sangat
menguntungkan bagi Indonesia jika menjalin hubungan baik dengan Singapura
mengingat transaksi ekonomi akan lebih mudah dengan adanya Masyarakat Ekonomi
ASEAN dan mengingat Singapura adalah negara konsumen maju dan penduduknya dari
berbagai kalangan dan berbagai kebutuhan ekonomi.
Hubungan Perekonomian Indonesia dengan Malaysia
Seperti
halnya Indonesia dan Singapura, hubungan kedua negara akan sangat menguntungkan
bagi masing-masing. Masing-masing negara akan memiliki pasar di negara lain
dengan transaksi ekonomi yang lebih mudah.
Bahkan
dalam satu kesempatan, Deputi Perdana Menteri Malaysia Tun Sri Muhyiddin Yassin
menyampaikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak
telah membuat komitmen bersama terkait tenaga kerja untuk menyikapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN. Malaysia dinilai masih membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia.
Pembahasan
yang sempat dibangun antara dua kepala negara tersebut pun akan segera
dilaksanakan dalam waktu dekat. Malaysia, kata dia, telah memiliki
one stop center untuk mengatur berbagai keperluan. Dengan adanya one
stop center ini, Yassin yakin
birokrasi untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di negeri Jiran
akan lebih mudah dari pada beberapa waktu lalu. Malaysia, kata dia, telah
melakukan pembicaraan dengan kementerian yang mengatur tentang tenaga kerja di
Indonesia.
"Dari sudut Malaysia kita memang
telah lanjutkan jalinan antara kementerian yang berkenaan sudah ada
perbincangan karena kami masih memerlukan sokongan dari Indonesia dari segi
tenaga kerja termasuk pembantu rumah dan sebagainya," tukas Yassin.
Karena kebutuhan itu, lanjut Yassin,
pembahasan terkait kerja sama perlu dirampungkan segera. Birokrasi yang
dianggap memperlambat kerja sama pun perlu dipangkas. Yassin berterima kasih
atas bantuan tenaga kerja dari Indonesia. Bantuan ini, kata dia, telah membantu
proses pembangunan di Negeri Jiran ini.
"Terimakasi kepada Indonesia karena bantu kami. Kalau tidak ada tenaga itu mungkin proses pembangunan Malaysia akan terencat (terhenti). Kata orang terbantu dengan jumlah yang bisa kita capai bersama," pungkas dia.
"Terimakasi kepada Indonesia karena bantu kami. Kalau tidak ada tenaga itu mungkin proses pembangunan Malaysia akan terencat (terhenti). Kata orang terbantu dengan jumlah yang bisa kita capai bersama," pungkas dia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Secara keseluruhan Indonesia merasa
optimis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sehingga pemerintah berusaha
memajukan semua sector yang mendukung perekonomian Indonesia agar mampu
bersaing dengan sesama negara ASEAN. Antara
lain dengan memperhatikan tenaga kerja, petani, pengusaha, serta mendorong
perekonomian daerah.
2. Triple helix adalah sinergi antara
kalangan akademik, kalangan bisnis atau pengusaha dan pemerintah. Triple helix
bertujuan mendorong ketiga kalangan tersebut untuk dapat bekerja secara
bersama-sama membangun perekonomian Indonesia agar siap menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN.
3. Dengan adanya Masyarakat Ekonomi
ASEAN, diyakini akan menguntungkan Indonesia terkait hubungannya dengan negara
tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Karena Indonesia akan memiliki pasar
yang lebih luas dan transaksi ekonomi yang dipermudah.
Terima kasih.. Tulisannya sangat membantu.
ReplyDeleteDaihatsu Madiun : 0821 4030 4000
ReplyDeletedaihatsumadiun.net
Daihatsu SIGRA 1000cc dan 1200cc. 3baris-7penumpang dewasa, AC Double,Airbag,Immobilizer,Velg Racing
Mesin teknologi baru, 1200cc Dual vvt-i 4 silinder
Velg racing 14inch
AC double
Power Window
Power Steering
Wiper belakang
Sensor parkir
2 DIN Audio + speaker(4)
Immobilizer
Central lock + Alarm
Eco Indicator
Talang air
Spoiler belakang
Dual Airbag
Grill Chrome
Spion elektrik + lampu sein
Foglamp
Stabiliser belakang
Headrest bangku baris kedua
Sensor parkir depan